Filosofi Kokong

        hai teman-teman, aku ucapin selamat datang di blog bernama Kokong.Com, nama aku Yudi, pendiri blog ini, awalnya blog ini bernama Raiden, kebetulan pada awal blog ini dibuat, aku suka banget sama yang namanya motor Satria FU, karena itu motor juga motor pertamaku, saat kelas 3 SMP, kenapa raiden?? karena awalnya Satria Fu produksi Thailand bernama Raider, tapi aku punya filosofi lain buat Raiden, yaitu dipisah menjadi 2 kata Rai (ray= Cahaya), dan Den (aden= tuan= pembawa), sehingga jika dieja penuh adalah Pembawa Cahaya, maksudnya Raiden membawa cahaya/ pengalaman untuk dibagikan ke teman-teman.
       saat aku kelas 3 SMA sampai liburan, karena udah lulus, blog Raiden gak pernah beroperasi sama sekali, faktornya bukan karena malas, tapi karena aku waktu itu gak dapat yang namanya sinyal internet.
       saat mulai memasuki masa kuliah, blog Raiden, berubah nama menjadi Kokong, inspirasi kata ini diambil dari panggilan seseorang yang dulunya sempat mengisi masa-masa SMA ku, wkwkwkw..... kan jadi curhat!!! tapi aku punya filosofi lain untuk kata Kokong.
       berasal dari kata Kokang, dilansir dari KBBI, menarik pelocok senjata (bedil, senapan, dan sebagainya) sehingga peluru masuk ke ruang peluru dan siap ditembakkan.
    jika dilihat dari pengertian itu, artinya kokong adalah suatu bentuk untuk membagikan pengalaman (peluru) ke teman-teman (Target), sampai saat ini Kokong sudah memiliki 4 orang kontributor. yaitu:
1. Yudi Krisna Andrian
     mahasiswa jurusan Agroteknologi, Berasal dari Sanggau, Kalimantan Barat. blasteran antara suku
     Dayak dari Ibu, dan Sunda dari Ayah.
2. Valensius Paulo
     Mahasiswa Agroteknologi, Asal dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
3. Wardi
     Mahasiswa Agroteknologi, Asal dari Sanggau, Kalimantan Barat, dan merupakan suku Dayak
     Asli. 
4. Tri Utami Muhazaroh
     Mahasiswa Agroteknologi, dan satu-satunya kontributor wanita di Kokong.Com, asal dari Malang, Jawa Timur, suku Jawa.
     jika dilihat dari kontributor yang berbeda daerah dan suku, kontributor tetap saling bekerjasama dengan baik, menandakan bahwa Kokong dapat menjadi wadah pemersatu keragaman.

Komentar