C primer= Cinta sama Tuhan
–>
Soalnya cinta sama Tuhan itu harus #hanya cuma #satu alias satu cabang,
C sekunder= Cinta sama Our Parents
–> Pastinya
pada sayang sama kedua orang tua kan? Nah itulah cinta C sekunder, bercabang
dua.
C tersier= Cinta sama Sahabat
–>
Biasanya temen banyak, tapi yang dijadikan sahabat dikit .Jadi, ditaruh di C
tersier, yaitu bercabang tiga.
C kuartener=emmm…mungkin yang ini cinta buat
banyak orang kali yaa… hehe
Jatuh cinta
itu adalah perasaan yang nggak ada duanya. Ketika seseorang jatuh cinta,
kayaknya perasaan itu bakal ada selamanya. Si dia jadi pusat kehidupan kita.
Akal dan logika dilupain dulu, atas nama cinta. Ketika kita jatuh cinta,
kemungkinan tuh kita tergila-gila atau gandrung sama si dia. Rasa gandrung
terjadi ketika kita mulai kagum sama seseorang. Perasaan ini biasanya dikaitkan
dengan istilah “eros”, yaitu cinta yang sifatnya romantis atau fisik.
Ketika kamu
mulai “jatuh cinta”, kamu sebenarnya sedang mulai merasa gandrung sama si dia.
Pada waktu ini, kamu merasa kalau kamu bisa melakukan apa aja buat si tambatan
hati. Kamu pengen, dan bahkan percaya bahwa perasaan ini akan ada
selamanya. Perasaan “melayang” yang datang bersama rasa gandrung ini bisa
dijelaskan dengan zat-zat kimia yang dikeluarkan oleh otak kita. Memang sih,
kedengarannya nggak romantis banget, tapi otak kamu itu adalah tempat
bercokolnya semua perasaan dan emosimu. Otak kamulah yang mengirimkan sinyal ke
tubuhmu, dan membuatmu merasakan semangat dan pahit manisnya “jatuh cinta”.
Katanya,
berdasarkan penelitian, ada sebuah senyawa yang diinisiasi dalam tubuh manusia
saat seseorang itu jatuh cinta. senyawa ini bisa menjadi salah satu faktor
dalam keharmonisan rumah tangga dan kebahagiaan hidup. salah satu senyawanya
adalah phenilethylamine. senyawa yang lain adalah “hormon-hormon kebahagiaan”
yang bertanggung jawab atas segala kejungkirbalikan manusia ketika falling in
love yaitu :
* Pheromones
: bikin naksir seseorang, bikin ngelamunn.. dan membayangkan dia terus
* Oxytocin : bikin kangennn, pengen liat orangnya bentar ajah—liat doang beberapa detik
* Vasopressin : bikin setia, “you know you are the only one..”
* Norepinephrine : bikin semangat, hepi, ceria, bahagia, pengen senyum terus, jadi makin canti/tampan
* Oxytocin : bikin kangennn, pengen liat orangnya bentar ajah—liat doang beberapa detik
* Vasopressin : bikin setia, “you know you are the only one..”
* Norepinephrine : bikin semangat, hepi, ceria, bahagia, pengen senyum terus, jadi makin canti/tampan
Zat-zat
kimia menjelaskan kelakuan kita begitu kita mulai jatuh cinta. Zat-zat kimia
ini berjalan ke bagian-bagian dari otak yang mengatur emosi dan memori kita:
* Dopamine
Bilang Aku Tergila-gila Sama Kamu
Pada beberapa bulan pertama ketika kamu naksir
seseorang, ada bagian otak kamu yang mengeluarkan zat ini. Biarpun jumlah zat
ini cuma sedikit, itu aja sudah cukup untuk memberikan rasa melayang yang kamu
rasakan waktu kamu sedang jatuh cinta.
Semalaman
kamu susah tidur, mikirin hal-hal yang romantis. Karena dopamine juga, kamu
jadi kurang berselera makan. Kamu mulai lupa makan, tapi meskipun kamu lapar
dan perutmu kosong, kamu tetap happy dan agak crazy. Dopamine juga bikin kamu
merasa penuh semangat, kayaknya kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau. Zat
ini bener-bener hebat. Karenanya kata-kata “jatuh cinta sampe gila” itu
kayaknya bener banget deh.
* Serotonin bilang Aku Terobsesi Sama Kamu
Kurangnya
zat ini di otak kamulah yang jadi sebab kenapa kamu merasa terobsesi sama si
dia yang lagi kamu taksir. Kadar serotonin yang rendah bisa bikin kamu jadi
sering mikirin si dia. Curi-curi pandang dan menyimpan foto dia di dompet kamu
juga jadi kegiatan sehari-hari. Ngga perlu buru-buru periksa ke psikiater. Yang
terjadi sama kamu itu normal kok. Kamu cuma sedang mematuhi perintah dari
serotonin kamu yang jumlahnya lagi turun. Ketika kamu bilang sama dia bahwa
kamu nggak bisa berhenti mikirin dia, sebenarnya itu serotonin kamu yang lagi
rendah itu yang bicara.
* Oxytocin bilang Aku Mau Terus Sama-sama Kamu
Kalau
akhirnya kamu berpacaran dan dengan bertambahnya sayang kamu, kamu mulai
berpikir kalau kamu nggak bisa hidup tanpa dia. Kamu mulai merasa terikat
dengannya. Kemanapun dia pergi, kamu ada di sampingnya. Di sinilah oxytocin
mulai berperan. Zat ini dikeluarkan oleh otak ketika rasa gandrung dan gairah
karena jatuh cinta mulai berkurang dan hubungan yang lebih serius mulai
terbentuk.
Boleh saja
tidak percaya tentang faktor hormonal dalam cinta namun ada hipotesa yang
berpendapat bahwa keadaan “emosian” (emosi yang berlebihan) misalnya pada
seorang wanita menstruasi seringkali disebabkan oleh faktor hormonal, maka
keadaan emosional seperti keaadan jatuh cinta—berikut gejala-gejalanya pun bisa
jadi disebabkan oleh hormon tertentu. Artinya kalau hipotesa ini benar, maka
cinta itu bukan sesuatu yang abadi! Oh Noooooo!!!!! *teriak histerisss 😮
Ketika kita
jatuh cinta, maka phenilethylamine akan terinisiasi sehingga menimbulkan
efek-efek “syalala bertaburan bunga-bunga”—inget film Laskar Pelangi; dan
senyawa kimia tersebut jika dieksploitasi terus menerus akan menipis, dan
semakin “kebal” dengan pemicu-pemicunya, begitu selama hampir 4 tahun. Kalau
orang sedang jatuh cinta, tentu saja tak ingin percaya dengan hipotesa
phenilethylamine tersebut—artinya percaya bahwa cinta hanya bertahan 4 tahun.
Males banget dong! Mencintai seorang pangeran cuma 4 tahun??!!. Begitupun aku,
lebih percaya pada hipotesa lain yaitu: cinta itu mengikuti hukum termodinamika
pertama, hihihi..sok sokan.. 😀
Intinya itu
hukum yang menyebutkan bahwa energi itu kekal, tidak hilang namun hanya berubah
ke bentuk lain. Nah Cinta itu adalah Energi, maka sesungguhnya cinta itu tidak
akan hilang karena kadar phenilethylamine yang menurun, tapi akan berubah ke
bentuk cinta lain dengan adanya faktor lain. Sehingga cinta tetaplah cinta,
tapi hanya bentuknya yang berbeda. Energi banget kan? hehehehe
Sumber: Chemistry Is Fun



Komentar
Posting Komentar